Slide of Joy – ARCHINESIA
Widget Image

Slide of Joy

[English text below] Sebuah seluncuran yang ditempatkan pada rumah tinggal berlantai dua yang terletak di sebuah kompleks perumahan di wilayah Tangerang, menarik perhatian siapapun yang melewatinya. Rumah tersebut dihuni oleh anggota keluarga dari berbagai generasi dengan rentang usia dari 5 hingga 60 tahun. Pada awalnya, seluncuran tersebut dibuat untuk mewujudkan imajinasi sang ‘Penguasa Ruang’, seorang anak laki-laki berusia lima tahun, yang menginginkan sebuah moda transportasi yang dapat memudahkan ‘perjalanannya’ dari kamar tidur di lantai dua ke ruang keluarga di lantai dasar.


Tak hanya memenuhi fantasi sang bocah laki-laki, seluncuran tersebut juga memainkan berbagai peran bagi penghuni rumah yang lainnya. Ia menjadi objek permainan favorit ibu-ibu pengajian yang kerap diundang sang Nenek; yang senang menuruni seluncuran tersebut dengan asyiknya sebelum pengajian dimulai. Seluncuran ini juga menjadi pemantik pembicaraan yang tiada habisnya dengan para tamu. Pada malam hari, seluncuran ini pun dapat menjadi semacam lentera dengan perpendaran cahaya lampu dari dalam melalui lubang kaca pada bagian atasnya. Ia pun dapat bertransformasi menjadi gua bermain bagi si Raja Kecil yang sering menutup kedua ujung seluncuran untuk mengklaim teritori pribadinya.

Orang tertua yang pernah menaiki seluncuran ini ialah wanita berusia 78 tahun, sementara yang termuda ialah seorang anak perempuan berusia tiga tahun. Keduanya menampakkan senyum kebahagiaan yang sama setelah menamatkan perjalanan singkatnya.

The slide is part of a 2-story residential house, located within a gated housing compound in Tangerang, Indonesia. It is occupied by a multi-generational family of four, whose ages range between 5 to 60 years old. Originally, it was intended to cater to the whim and fancy of the ‘King of the House’, a 5-year-old boy, who came up with the playful idea of a special mode of transportation to ease his ‘journey’ from the second-floor bedroom to the living area on the ground floor. Conceived and executed during the construction period, this muscular concrete form has never failed to attract curious gazes from passersby.

It is no surprise that the slide serves more than its initial purpose. It plays various roles for those who live in the house, more than merely fulfilling a boy’s fantasy. The favorite playing object for a group of middle-aged ladies who recite the Quran regularly in the house (organized by the grandmother), they giggly attempt to go down the slide before beginning their recital sessions. It becomes a talking point for each guest who shyly experiences it, a natural ice-breaker to start an endless conversation. At night, it turns into a beacon when internal light penetrates through the glass circular hole on top. And it transforms into a play cave for the boy who occasionally closes both ends with sheets, claiming his own territory.

The oldest person to slide in it was a 78-year-old lady, while the youngest was a 3-year-old girl; both of whom carried the same joyful smile after completing their short journey.


*Ps. This content published in “Indonesian Architects for the International Union of Architects Congress Tokyo 2011” by Imaji Media Pustaka (2011).

About Project
Architect: Aboday
Project Type: Private Residence
Location: Tangerang, Indonesia
Site area: 300 sqm.
Total building area: 250 sqm.
Height: 2 stories
Awards: Highly Commended Project, AR Emerging Architects, London 2010

Photos courtesy of Aboday.

About Book
By Studio Imelda Akmal Architectural Writer

Managing Editor: Imelda Akmal
Texts: Imelda Akmal, Oktavina Q. Ayun

English Text Editor: A. Rida Soemardi
Indonesian Text Editor: Nia Chalil
Book Design: Menuk Hidayat
Image Editor: Mohamad Alwi
Proofreader: Alicchys Siregar

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
background color : #CCCC