Material Ramah Lingkungan untuk Bangunan yang Berkelanjutan (Sustainability) – ARCHINESIA
Widget Image
 

Material Ramah Lingkungan untuk Bangunan yang Berkelanjutan (Sustainability)

Material Ramah Lingkungan untuk Bangunan yang Berkelanjutan (Sustainability)

Sekarang ini, keberlanjutan (sustainability) menjadi isu yang sering dibahas dalam dunia arsitektur maupun konstruksi guna menciptakan kualitas lingkungan binaan yang lebih baik. Urgensinya tidak diragukan lagi terlebih suhu bumi yang makin meningkat, polusi, penggunaan bahan bakar minyak yang tidak terkendali, sedangkan cadangan energi berbasis fosil semakin menipis. Terlebih, menurut United Nations Environment Programme (UNEP) pada tahun 2021, lebih dari 34% permintaan energi global dan 37% emisi CO2 datang dari bangunan dan konstruksi.

Untuk mengurangi emisi secara keseluruhan, sektor ini harus meningkatkan kinerja energi bangunan dan mengurangi jejak karbon bahan bangunan. Salah satunya dengan penerapan konsep green building yang tujuannya menciptakan eco-design arsitektur ramah lingkungan. Pengaplikasiannya pun dimulai dari pemilihan tapak, proses konstruksi, operasi bangunan, hingga pemeliharaan bangunan itu sendiri. Selain itu, ada pula yang mengungkapkan bahwa konsep green building menitikberatkan pada pentingnya pengaplikasian material yang ramah lingkungan, penggunaan energi yang hemat, efisiensi pembiayaan, serta pengelolaan air yang berkelanjutan dengan metode recycle dan reuse (PT. PP, 2011). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga mengeluarkan Peraturan Menteri Nomor 9 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Konstruksi Berkelanjutan. Salah satu ketentuan yang dituliskan di situ adalah penggunaan material konstruksi hijau (green material) yang terbuat dari bahan-bahan dengan dampak lingkungan lebih rendah dibandingkan material konvensional, sehingga menjadi lebih ramah lingkungan.Oleh karena itu, pemilihan material yang mendukung konservasi energi bangunan menjadi penting dalam penerapan konsep green building. Salah satu inovasi terbaru di dunia konstruksi Indonesia adalah hadirnya material baja lapis cat warna dengan matte finish pertama dari COLORBOND.

Contoh pengaplikasian COLORBOND Matt Winter di Titik Tentrem, Yogyakarta

Teknologi yang diterapkan memungkinkan COLORBOND matt dapat digunakan dalam jangka panjang hingga 30 tahun. Penerapan clean technology-nya juga membuat tampilan baja lebih terjaga karena dapat mencegah debu menempel secara permanen. COLORBOND Matt juga dilengkapi dengan Thermatech yang mampu mengurangi penyerapan panas ke dalam bangunan. Meskipun memiliki bobot yang ringan, material ini tetap berkekuatan tinggi, dan dapat didaur ulang. Menariknya, bahan bangunan ini juga bisa meningkatkan estetika bangunan dan mengurangi efek silau.

Pengaplikasian COLORBOND Granite Winter di Town Center

Pada akhirnya, COLORBOND Matt tidak hanya menjadi material bangunan yang mendukung konsep green building dan berkelanjutan, tetapi juga memiliki daya tahan yang tinggi, efisiensi energi, namun tetap menghasilkan bangunan yang elegan.

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X