Bamboo House – ARCHINESIA
Widget Image

Bamboo House

[English text below] Rumah yang berada di lahan seluas 150 m2 ini terbangun menjadi bangunan tunggal dengan tiga lantai. Lokasi lahan yang berada di lingkungan perkampungan membuat rumah ini memiliki visi dan semangat tertentu bagi arsitek yang juga adalah pemilik rumah.

Area yang didedikasikan bagi ruang komunal warga adalah sebuah ruang di lantai bawah yang dapat dipakai sebagai tempat rapat warga serta dilengkapi dengan koleksi buku-buku bacaan yang bebas dibaca kapan saja oleh warga setempat.

Eksplorasi material yang beragam dilakukan dengan cerdik dalam desain rumah ini. Masing-masing bagian rumah memiliki keunikan tersendiri. Fasad depan rumah, misalnya, tampil terbuka dengan banyak jendela di tiap sisinya. Dindingnya terbuat dari bata ekspos dengan bentuk dan susunan hasil eksplorasi sang arsitek. Jangan heran kalau susunan batu bata di dinding bangunan utama berbentuk tak lazim. Tonjolan-tonjolan setengah bata dibuat sebagai motif yang memikat.

Meskipun sepintas tampak penuh eksperimen, namun, dari segi biaya, pembangunan rumah ini tergolong murah. Total biaya yang dikeluarkan pemilik rumah untuk membangun bangunan ini sekitar 1,5 juta hingga 2 juta per m2 dengan luas lahan 150 m2 dan bangunan 330 m2. Angka tersebut tergolong murah untuk rumah yang dibuat dengan desain khusus dengan eksperimen struktur material. Solusi yang dipakai oleh arsitek untuk menyiasati agar biaya konstruksi bisa ditekan adalah dengan memakai material bekas yang masih layak pakai serta meminimalisasi finishing material.

Selain itu, sang arsitek juga membuat desain dengan modul ruang yang berulang pada tiap ruang. Modul yang sederhana memungkinkan konstruksi struktur tidak boros. Itu sebabnya waktu konstruksi rumah ini tergolong cepat, hanya sekitar tujuh bulan. Rumah ini adalah bukti nyata bahwa biaya yang terbatas bukan sebuah halangan untuk mendapatkan sebuah tempat tinggal yang indah dan nyaman.


This three-storied house lies on a 150 m2 plot. Located in a village, this house gives a certain vision and spirit for its architect and owner.

A room on the ground floor is dedicated to community use and can be used as a meeting place for the local residents. This communal area is supplied with books and reading materials which can be accessed at any time.

Various types of materials are cleverly applied in this house. Each part of the house has its own unique features. Its façade, for example, is decorated with windows on each side, creating an impression of openness to the house. Its walls are constructed with bare bricks which placement is a result of the architect’s experiment and exploration. This creates an unusual and unique arrangement that serves as an element of decoration on the main wall.

Even though during its construction the house served as a testbed for the architect/owner, budget-wise it was quite inexpensive. The total cost for building this house amounted to 1.5 to 2 million Rupiahs for a 150 m2 plot with 330 m2 building on it. A paltry sum considering the house is made with special design and a number of material experimentations. To achieve this, the architect exploited usable second-hand materials and minimized its finishing. All of the materials used are left with the minimum finish.

The architect of this house created a design with the same simple room module for each room. This simple module enabled the house to be built in a short time, only about seven months.

This house is concrete proof that a limited plot and budget cannot prevent us to have a comfortable and beautiful home.

 

*Ps. This content published in “Small & Budget House – Living in a Modest Space” by Imaji Media Pustaka (2012).


About Project

BAMBOO HOUSE
Achmad Tardiyana
Bandung, West Java


About Book

SMALL & BUDGET HOUSE
LIVING IN A MODEST SPACE
By Studio Imelda Akmal Architecture Writer

Managing Editor: Imelda Akmal

Research & Text: Fridia Novi Arimbi, Nadia Primasanti
Editor: Jessy Faiz, Galuh Prasamuarsi Parantri
English Text: Jessy Faiz
Book Design: Menuk Hidayat
Picture Editor: Mohamad Aluwi

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar