Widget Image
 

Timmy Setiawan: Sports Festival, Monumental Architecture, and Indonesia’s Economic Growth

(Bahasa text below) Through the Seminar and Book Launching of The Architecture of Gelora Bung Karno presented by ARCHINESIA on Thursday, August 9th, 2018, Timmy Setiawan, an architect with expertise in sports building, explained how sports events play an important role to the country’s economy. Timmy Setiawan highlighted that no matter how spectacular a sports building is owned by a country does not necessarily mean that it could bring a positive impact on the economic growth of a country.

A financial crisis is one of the most common losses a country could experience because of a sports event. But on the other hand, holding a sports festival could also mean an increase towards the regional or national income and tourist activity around the region. Considering these potentials, Timmy Setiawan questioned a data from Bappenas that predicts an economic growth worth 45,1 trillion rupiahs as the 2018 Asian Games takes place in Indonesia. In his opinion, these earnings could not be blatantly regarded as a profit since the income might simply be enough to cover for the Gelora Bung Karno complex’s maintenance. Yet hopefully, this issue could be solved when the public could use the sports complex more than a mere sports facility, which is as a public space, as what President Joko Widodo mandated in developing the Gelora Bung Karno.

 

Timmy Setiawan stated that commercial and entertainment are important features in present-day sports buildings. If a stadium only boasts its good design without the capability to accommodate various function other than a sports event, then the regional government budget is the only mean to maintain the physical state of the building. Yet in fact, regional budget alone is not enough to sustain a building with the scale of a sports stadium.

Article by Yasmin Chairani Ulfhah

For more comprehensive design details about Gelora Bung Karno renovation and its venues, check out the book Arsitektur Gelora Bung Karno 2018. It is available for purchase in the nearby bookstores or you could visit Imajibooks Publisher for direct order.

Title: Arsitektur Gelora Bung Karno 2018

Writer: Imelda Akmal Architectural Writer Studio

Publisher: PT Imaji Media Pustaka

Year published: 2018

Total page: 88 pages

Book dimension: 24 x 30 cm

Cover: Soft Cover with flap

Language: Bahasa Indonesia, English (bilingual)

ISBN: 978-602-9260-53-3

.

Melalui Seminar dan Book Launching Arsitektur Gelora Bung Karno 2018 yang dipersembahkan oleh ARCHINESIA pada Kamis, 9 Agustus 2018 lalu, Timmy Setiawan, arsitek ahli gedung olahraga Indonesia, menyampaikan bahwa suatu perhelatan olahraga memberi pengaruh terhadap perekonomian suatu negara. Beliau menekankan, semegah apa pun bangunan olahraga yang dimiliki suatu negara, belum tentu akan memberikan nilai positif pada kehidupan perekonomian negara tersebut.

Krisis hutang merupakan salah satu jenis kerugian yang paling sering diderita oleh suatu negara akibat penyelenggaraan pesta olahraga. Namun di lain pihak, peningkatan Pendapatan dan Belanja Daerah dan jumlah turis baik domestik maupun mancanegara juga dapat menjadi keuntungan penyelenggaraan pesta olahraga. Mempertimbangkan dua sisi tadi, Timmy Setiawan mempertanyakan sebuah data dari Bappenas yang memperkirakan bahwa Asian Games 2018 dapat membantu peningkatan ekonomi Indonesia hingga 45,1 triliun rupiah. Menurut beliau pendapatan ini belum tentu menjadi sebuah keuntungan bagi Indonesia karena jumlah pemasukan tersebut mungkin akan habis hanya untuk keperluan perawatan kompleks Gelora Bung Karno. Namun, isu ini dapat diatasi apabila publik dapat memanfaatkan kompleks olahraga ini lebih dari sekadar bangunan olahraga, yaitu sebagai ruang publik sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan fungsi Gelora Bung Karno.

Timmy Setiawan menyatakan bahwa komersial dan entertainment adalah unsur yang penting bagi bangunan olahraga masa kini. Apabila sebuah stadion hanya memiliki desain yang baik namun tidak dapat mengakomodasi fungsi lain selain fungsi olahraga, maka anggaran daerah adalah satu-satunya solusi untuk merawat dan mempertahankan fisik bangunan. Padahal kenyataannya, anggaran daerah saja tidak akan cukup untuk menopang kehidupan bangunan sebesar stadion olahraga tersebut.

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X