Widget Image
 

The Launching of Professor Gunawan Tjahjono Foundation Aims to Support Vernacular Architecture Research and Development

The Launching of Professor Gunawan Tjahjono Foundation Aims to Support Vernacular Architecture Research and Development

(Bahasa text below) On 12 January 2019, Professor Gunawan Tjahjono Foundation is officially launched at Ruang Apung, Perpustakaan Pusat, University of Indonesia. The Head Department of Architecture, University of Indonesia, Dr. Ing. Ir. Dalhar Susanto, gave a speech and welcomed the invited professors and architects on the event.

The foundation established by Professor Gunawan Tjahjono and Sonny Sutanto is aimed to develop the research of vernacular architecture. During his speech, he mentioned that some of this foundation’s goals are intended for students or fresh-graduates, teachers, researchers, professionals, and the public. Among the role of this foundation is to award the best undergraduate thesis throughout Indonesia about vernacular architecture with travel funds. Gunawan Tjahjono Awards, the name for the award, will financially support the visit to vernacular architecture site in Indonesia that could last for two weeks to a whole month. Besides research grants in related fields, the funds raised towards the foundation is also bestowed for student trips that explore vernacular architecture sites.

Professor Gunawan Tjahjono expects this program could effectively sustain and exceed the era of its founder. Not only functioning as a fundraising organization, but this foundation will also act as a hub towards people who are involved in vernacular architecture research.

Yori Antar, as the initiator of Uma Nusantara Foundation which previously is known as Rumah Asuh, also attended the launching as a speaker. He shares some of their research process regarding vernacular architecture in Indonesia. With a similar focus, which is the development of vernacular architecture in Indonesia, Yori Antar mentioned the possibility of collaboration between the two entities, Uma Nusantara and Professor Gunawan Tjahjono Foundation.

Closing the launching ceremony, Sonny Sutanto gave his remark on how the establishment of this foundation serves as an acknowledgment towards professors who committed their lifetime for researches in vernacular architecture. He hopes that this foundation could inspire fellow universities to establish similar foundations as an endorsement for the development of vernacular architecture studies.

(Article by Fildzah Raihan K. English text by Nurin A. Pramudani)

.

Pada 12 Januari 2019 lalu, Yayasan Profesor Gunawan Tjahjono telah diresmikan di Ruang Apung Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia. Ketua Departemen Arsitektur Universitas Indonesia, Dr. Ing. Ir. Dalhar Susanto memberikan sambutan pembukaan dan menyapa para profesor, guru besar dan para arsitek yang menghadiri acara tersebut.

Yayasan yang didirikan oleh Profesor Gunawan Tjahjono dan Sonny Sutanto ini bertujuan untuk memajukan bidang kaji arsitektur venakular. Pada paparannya, Guru Besar Arsitektur Universitas Indonesia ini menyebutkan beberapa sasaran dari yayasan adalah mahasiswa atau fresh graduate, pengajar, peneliti, profesional dan masyarakat. Salah satu peran yayasan yang disampaikannya adalah memberikan awards berupa travel funds bagi pembuat skripsi terbaik pada bidang arsitektur vernakular di universitas-universitas seluruh Indonesia. Gunawan Tjahjono Awards, nama penghargaan tersebut, merupakan pembiayaan untuk mengunjungi lokasi-lokasi bangunan arsitektur vernakular di Indonesia selama dua minggu hingga satu bulan. Selain digunakan untuk pembekalan riset di bidang terkait, dana yang terkumpul di yayasan ini juga akan digunakan untuk membiayai kegiatan mahasiswa dalam penjelajahan kawasan berdirinya bangunan vernakular.

Prof. Gunawan Tjahjono berharap dengan adanya yayasan ini, program-program tersebut dapat terus berjalan abadi melampaui usia para pendirinya. Tidak hanya sebagai pengumpul dana, yayasan ini juga diharapkan dapat menjadi lingko (penghubung atau hub) pihak-pihak yang terkait dengan riset arsitektur vernakular.

Pada kesempatan ini juga hadir arsitek Yori Antar sebagai penginisiasi Yayasan Uma Nusantara yang sebelumnya lebih dikenal dengan nama Rumah Asuh. Ia membagikan beberapa proses riset mengenai arsitektur vernakular Indonesia yang telah dilakukan oleh yayasan tersebut. Dengan fokus yang sama, yaitu pengembangan arsitektur vernakular Indonesia, Yori Antar menyebutkan bahwa terbuka kemungkinan kerja sama antara Yayasan Uma Nusantara dan Yayasan Profesor Gunawan Tjahjono.

Sebagai penutup acara, Sonny Sutanto menyebutkan bahwa yayasan ini dibuat sebagai bentuk penghargaan terhadap guru besar-guru besar yang telah mengabadikan hidupnya untuk riset mengenai arsitektur vernakular. Harapannya, yayasan ini dapat menginspirasi perguruan tinggi lainnya untuk membuat yayasan serupa sebagai bentuk endorsement terhadap pengembangan ilmu pengetahuan arsitektur vernakular.

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X