The Indonesia Responsive School (Sekolah Indonesia Cepat Tanggap) for Central Sulawesi – ARCHINESIA
Widget Image
 

The Indonesia Responsive School (Sekolah Indonesia Cepat Tanggap) for Central Sulawesi

[Bahasa text below] Indonesia is a country discovered in the ring of fire areas, thus natural disaster becomes an unavoidable matter and often have impacts on the damaged of the region infrastructures. Therefore, Faculty of Engineering University of Indonesia (FTUI), Architecture Department Design Cluster FTUI, Alumni Association (ILUNI) FTUI, Architecture ILUNI FTUI, also FUSI Foundation initiate the development of the Indonesia Responsive School (Sekolah Indonesia Cepat Tanggap). This school is an educational support infrastructure situated in the locations affected by the catastrophe. Financially aid by Faculty of Engineering University of Tadulako and the other parties, the development of the fourth, fifth, and sixth Responsive Indonesia School can be completed and inaugurated on 24 and 25 October 2019. These three schools are the Al-Mubaraq Islamic Boarding School located in Talise, Palu, TK / RA Darul Iman in Lasoso, Palu and PKK TK in Wisolo, Sigi.

 

 

Yandi Andri Yatmo, chairman of the design team of the Indonesian Responsive School and Professor of Architecture at the University of Indonesia said that the design of these schools was based on the issue of disaster responsive buildings. According to him, one of the important things to note is that the construction time must be short, yet it should not neglect construction quality. Therefore, the design concept used in this infrastructure is to plug and play. By using a modular system, construction can be completed quickly and still maintain the strength of the building, like a permanent one. Besides, to preserve time efficiency, this project uses local materials that are easily found around the worksite.

 

 

The Indonesia Responsive School Initiative Program itself was first conceived in 2018, after the major earthquakes in Lombok and Central Sulawesi. This program is a solutive and creative initiative in the field of infrastructure. This work was later awarded the FuturArc Green Leadership Award 2019. Also, the modular system used in this project was in the process of obtaining a patent. Meanwhile, the Indonesia Responsive School is expected to not only be a form of dedication from the University of Indonesia to the community but also an achievement that needs to be a sustainable initiative.

 

 

 

(Article by Zahra Nurul Azmi I)

 

Indonesia merupakan negara yang berada dalam kawasan ring of fire sehingga bencana alam menjadi persoalan yang tidak terhindari dan kerap berdampak pada kerusakan infrastruktur wilayah. Oleh karena itu, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), Klaster Perancangan Departemen Arsitektur FTUI, Ikatan Alumni (ILUNI) FTUI, ILUNI Arsitektur FTUI, serta FUSI Foundation berinisiatif membangun Sekolah Indonesia Cepat Tanggap. Sekolah ini adalah sebuah infrastruktur penunjang pendidikan di lokasi-lokasi yang terkena dampak bencana alam. Dengan dukungan dana dari Fakultas Teknik Universitas Tadulako serta berbagai pihak lainnya, pembangunan Sekolah Indonesia Cepat Tanggap yang keempat, kelima, dan keenam dapat diselesaikan dan telah diresmikan pada tanggal 24 dan 25 Oktober 2019. Ketiga sekolah tersebut adalah Pondok Pesantren Al-Mubaraq yang berlokasi di Talise, Palu, TK/RA Darul Iman di Lasoso, Palu serta TK PKK di Wisolo, Sigi.

 

Yandi Andri Yatmo, ketua dari tim desain Sekolah Indonesia Cepat Tanggap sekaligus Guru Besar Arsitektur di Universitas Indonesia menuturkan bahwa perancangan sekolah-sekolah ini didasarkan pada isu bangunan tanggap bencana. Menurut beliau, salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah waktu pembangunan yang singkat tetapi tidak boleh meningabaikan kualitas konstruksi. Maka dari itu, konsep desain yang digunakan pada infrastruktur ini menggunakan konsep plug and play. Dengan menggunakan sistem modular, konstruksi dapat diselesaikan dengan cepat dan tetap memperhatikan kekuatan bangunan, layaknya bangunan permanen. Selain itu, untuk menjaga efisiensi waktu, proyek ini menggunakan material lokal yang mudah ditemukan di sekitar lokasi pengerjaan.

 

Program Inisiatif Sekolah Indonesia Cepat Tanggap sendiri pertama kali digagas pada tahun 2018, pasca gempa besar di Lombok dan Sulawesi Tengah. Program ini sebagai inisiatif dalam bidang infrastruktur yang solutif serta kreatif. Karya ini kemudian mendapatkan penghargaan FuturArc Green Leadership Award 2019. Selain itu, sistem modular yang digunakan dalam proyek ini pun sedang dalam proses memperoleh paten. Sementara itu, Sekolah Indonesia Cepat Tanggap ini diharapkan tidak hanya menjadi sebuah bentuk pengabdian dari Universitas Indonesia kepada masyarakat namun juga merupakan sebuah prestasi yang perlu menjadi sebuah inisiatif berkelanjutan.

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X