Reacture 4.0: Architecture Is About Identity and Technology – ARCHINESIA
Widget Image
 

Reacture 4.0: Architecture Is About Identity and Technology

Reacture 4.0: Architecture Is About Identity and Technology

[Bahasa text below] Reacture 4.0, an annual architectural festival event was held again by the Architecture Association of Bina Nusantara University (Binus). This time, the theme raised was Architecture 4.0. Located at the Ko+labora Flexispaces, Hayam Wuruk Plaza, West Jakarta, Reacture 4.0 consisted of a variety of series of events, such as an annual final project mockup exhibit. In addition, they also held talk shows that invited four architects and Ahiska Gulam as a moderator. The four architects were Abimatra Pradana (AGo Architect), Wendy Teo (Borneo Laboratory), Eka Swadiansa (Studio OSA), and Realrich Sjarief (RAW Architect).

The architects explained the relationship between the architecture projects they had worked on with the architectural revolution 4.0. According to Abimatra, architects now are challenged to be smarter at designing. Not only about design references, but also about research data using recent technology. It is important to create a spatial atmosphere that can affect users’ emotions. Wendy Teo, Eka Swadiansa, and Realrich Sjarief also gave the same response about the theme that was carried. They thought architecture is not only about seeing good function and visual in a building but also seeing the identity of context and environment, and how the attitude of the architect towards these things in designing.

Therefore, it is expected to provide new insights for architecture students about designing in an increasingly sophisticated digital era through Reacture 4.0 and the theme of Architecture 4.0. It’s not only about how to design quickly and efficiently, but also about maintaining the identity and value of the building itself.

(Article by Tika Pratiwi)

Reacture 4.0, acara tahunan festival arsitektur kembali diadakan oleh Himpunan Arsitektur Universitas Bina Nusantara (Binus). Kali ini, tema yang diangkat adalah Architecture 4.0. Berlokasi di Ko+labora Flexispaces, Hayam Wuruk Plaza, Jakarta Barat, Reacture 4.0 terdiri dari berbagai rangkaian acara, salah satunya adalah pameran maket tugas akhir tahunan. Selain itu, mereka juga mengadakan acara talk show yang mengundang empat arsitek dan Ahiska Gulam sebagai moderator. Keempat arsitek tersebut adalah Abimatra Pradana (AGo Architects), Wendy Teo (Borneo Laboratory), Eka Swadiansa (Studio OSA), dan Realrich Sjarief (RAW Architects).

Para arsitek tersebut menjelaskan mengenai hubungan antara proyek arsitektur yang pernah mereka kerjakan dengan revolusi arsitektur 4.0. Menurut Abimatra, saat ini arsitek ditantang untuk lebih cerdas dalam mendesain. Tidak hanya tentang referensi desain, tetapi juga riset data menggunakan teknologi yang sudah ada. Hai itu penting untuk menciptakan sebuah suasana ruang yang dapat memengaruhi emosi pengguna bangunan. Wendy Teo, Eka Swadiansa, dan Realrich Sjarief juga memiliki tanggapan yang sama mengenai tema yang diusung. Mereka beropini bahwa arsitektur bukan hanya melihat fungsi dan visual yang baik, melainkan juga melihat identitas konteks dan lingkungan, serta bagaimana sikap arsitek dalam merespons hal tersebut dalam mendesain.

Oleh karena itu, melalui Reacture 4.0 dan tema Architecture 4.0 ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi arsitek dan mahasiswa arsitektur tentang mendesain pada era digital yang semakin canggih. Tidak hanya mengenai bagaimana mendesain yang cepat dan efisien, tetapi juga tentang mempertahankan identitas serta nilai dari bangunan itu sendiri.

 

 

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X