Widget Image
 

ORBIT 2018 Selects 15 Indonesian Future Designers

(Bahasa text below)  On October 20, 2018, Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) held Malam Inaugurasi ORBIT 2018, located in Ruang Candi Singasari, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat. ORBIT 2018 is a program initiated by Bekraf to seek new designers’ potentials. The aim of this program is to increase the Indonesian designers’ quality in producing and creating works, products, and business, for national and international scales. As speakers, Bekraf invited Ricky Joseph Pesik as Vice President of Badan Ekonomi Kreatif, Abdur Rohim Boy Berawi as Deputy of Educational Research and Development of Bekraf, and Poppy Savitri as Director of Educational Creative Economy of Bekraf.

From 229 designers that submitted their portfolios, selected works, and track records, 30 were chosen as finalists. The designer finalists were then selected further by six members of the curator team, some of them are Kahfiati Kahdar, Francis Surjaseputra, dan M. Sagitha. They assessed the finalists by their knowledge, skills, and ethics; works such as ideas, creativities, and marketability; and potentials by talents, visions, and efforts.

Not only through creativity, these fifteen designers were also evaluated by their ethics and attitudes toward their professions. As an added value, each of them had to have considerations toward the social, cultural, and environmental problems. Additionally, their ability to convert their works into things with economic value was considered towards the point on sustainability.

The 15 designers are chosen from various fields such as Architecture, Fashion Design, Interior Design, Visual and Design Communication, Product Design, Textile Design, and Crafts. As mentioned by Ricky J. Pesik, those chosen designers not only certified as Indonesian Future Designers, but also facilitated with Intellectual Property Rights (IPR) / Hak Kekayaan Intelektual (HKI) and Capacity Development Program by Bekraf for 2019.

The 15 awarded names are Triziani Sulshi and Yanuar Pratama Firdaus from Architecture; Angelia Nurhadi and Imme Kristiani from Fashion Design; Dhanistha Dyaksa and Dwi Andika Agusliyanto from Interior Design; Dellana Arievta, Rafidiono Rahmat, and Zein Alitamara Mufthihati from Visual and Design Communication; Denny Rasyid Priyatna, Eugenio Hendro Oktapriyanto, and Harry Anugrah Mawardi from Product Design; Dhiya Fajri Sadida and Eka Arifianti Puspita from Textile Design; and Mohamad Taufaniari from Crafts.

(Article by Nurin A. Pramudhani)

20 Oktober 2018 yang lalu, BEKRAF menyelenggarakan Malam Inaugurasi ORBIT 2018 bertempat di Ruang Candi Singasari, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat. ORBIT 2018 adalah program yang diselenggarakan oleh Bekraf untuk menyaring potensi baru dari para desainer. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kualitas desainer Indonesia dalam menghasilkan dan menciptakan karya berupa produk dan bisnis untuk skala nasional maupun internasional. Sebagai narasumber, acara inaugurasi ini turut pula mengundang Ricky Joseph Pesik selaku Wakil Kepala Bekraf, Abdur Rohim Boy Berawi selaku Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan Bekraf, dan Poppy Savitri selaku Direktur Edukasi Ekonomi Kreatif Bekraf,

Dari 229 desainer yang mengumpulkan portofolio, karya unggulan dan rekam jejaknya, 30 orang terpilih sebagai desainer finalis. Para desainer finalis ini kemudian diseleksi lebih lanjut oleh enam anggota tim kurator, seperti di antaranya Kahfiati Kahdar, Francis Surjaseputra, dan M. Sagitha. Tim kurator menilai 30 desainer finalis ini dari segi kompetensi yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan perilaku; karya berupa ide, kreativitas, dan marketability; serta potensi yaitu talenta, visi, dan upaya.

Tidak hanya dari segi kreativitas karya, 15 desainer yang terpilih dinilai pula dari perilakunya dalam berprofesi. Sebagai nilai tambah, para desainer harus memiliki rasa kepedulian atas masalah sosial, budaya, dan lingkungan. Di samping itu, kemampuan desainer untuk mengubah karyanya agar memiliki nilai ekonomi menjadi pertimbangan terhadap poin keberlanjutan.

15 desainer terpilih tersebut berasal dari ruang lingkup arsitektur, desain fashion, desain interior, DKV, desain produk, desain tekstil dan kriya. Seperti yang disampaikan oleh Ricky J. Pesik, mereka yang terpilih, selain mendapat sertifikat sebagai Desainer Masa Depan Indonesia, diberi fasilitas Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan program pengembangan kapasitas Bekraf pada 2019 mendatang.

Nama-nama desainer terpilih dari ruang lingkup arsitektur adalah Trianzani Sulshi dan Yanuar Pratama Firdaus; dari ruang lingkup Desain Fashion yaitu Angelita Nurhadi dan Imme Kristiani; Dhanistha Dyaksa dan Dwi Andika Agusliyanto dari lingkup Desain Interior; Dellana Arievta, Rafidiono Rahmat, dan Zein Alitamara Mufthihati dari lingkup DKV; Denny Rasyid Priyatna, Eugenio Hendro Oktapriyanto, dan Harry Anugrah Mawardi dari lingkup Desain Produk; dari ruang lingkup Desain Tekstil adalah Dhiya Fajri Sadida dan Eka Arifianti Puspita; serta Mohamad Taufaniari dari kriya.

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X