Widget Image
 

MRT Jakarta Announces the Winners of Dukuh Atas Transport Hub Competition

(Bahasa text below) The concept of Transit Oriented Development (TOD) has become a development orientation for cities like Jakarta. This development concept is believed to be effective in dealing with one of the biggest problems in a city, which is traffic congestions. An essential element in TOD is a transport hub that acts as a meeting point of various public transportation modes. To celebrate the upcoming completion of the mass rapid transit (MRT) development in Jakarta, a competition to design a transport hub was jointly held by the government, PT MRT Jakarta, Pasar Jaya, and IAI Jakarta. Dukuh Atas district was chosen as the competition site for its location being close to commuter line station, airport railink, busway station, and the upcoming MRT and LRT stations.

September 27, 2018, became the culmination of the entire competition of Dukuh Atas Transport Hub. The event comprising an exhibition, a talk show, and the awarding ceremony took place in Thamrin Nine, UOB Plaza—one of the buildings that will be interconnected with the Dukuh Atas Transport Hub in the future. One the ballroom foyer, the finalists’ submissions were exhibited through models and posters, showcasing designs that attempted to answers the transport hub needs in Dukuh Atas district.

Shareholders and parties involved in the planning of Dukuh Atas Transport Hub were present in the talk show held on that day, including Agung Wicaksono (PT MRT Jakarta), Tiyok Prasetyoadi (PDW Architects), and Adrianto Santoso (Pusat Studi Urban Design). As the Operational and Maintenance Director of PT MRT Jakarta, Agung Wicaksono elaborated their development and strategy in preparing the mass transport mode as the backbone of the city’s circulation. To integrate MRT in the urban fabric, Tiyok Prasetyoadi explained the importance of location analysis and context while developing a transport hub, in this case, Dukuh Atas. Adrianto Santoso then discussed how the presence of infrastructure like MRT could improve the quality of a city.

In the awarding ceremony of the Dukuh Atas Transport Hub winners, Prof. Gunawan Tjahjono as the representative of the jury board mentioned that this competition was a great opportunity for emerging architects to showcase their potentials. The Chairman of IAI Jakarta, Steve J. Manahampi, also welcomed the finalists and hoped that the development of this transport hub could succeed and proceed accordingly. From the six finalists, the winners for Dukuh Atas Trasport Hub competitions are:

“Regreeneration Jakarta” by Risa Prominda, Cahya Kurniawan, Steven Widyatmaja, Janitra Satriani, and Arry Abdulrachman W. as the first-place winner.

“Taman Transit” by Muhammad Thamrin, Arif R. Hidayat, Darmawan Winaga, De Gayantina Thamrin, and Khosyiatillah Hakim as the first runner-up.

“The Urban Acupuncture” by Kurniadi Herawan, David W. Sampurna, Suryanaga Tantora, Achmad N. Maulana, and M. Khoirol Huda as the second runner-up.

The Governor of DKI Jakarta, Anies Baswedan, was also present at the ceremony to hand the first-place winner’s prize. In his speech, Governor Anies Baswedan was hopeful that the presence of the Dukuh Atas Transport Hub could establish a new habit for the people of Jakarta to better use the public transportations of Jakarta.

(Article by Indah Mega Ashari)

.

Konsep Transit Oriented Development (TOD) telah menjadi arah pembangunan di kota seperti Jakarta. Konsep pengembangan ini dipercaya mampu menyelesaikan salah satu permasalahan terbesar di kota, yaitu kemacetan. Salah satu unsur penting dalam pembangunan kawasan TOD adalah transport hub yang berperan sebagai area titik temu berbagai moda transportasi umum. Menyambut rampungnya pengembangan mass rapid transit (MRT) di Jakarta, pemerintah bersama PT MRT Jakarta, Pasar Jaya, dan IAI Jakarta menyelenggarakan sayembara perancangan transport hub. Area Dukuh Atas dipilih sebagai site sayembara karena posisi yang berdekatan dengan stasiun commuter line, airport railink, halte busway, dan stasiun MRT serta LRT yang akan selesai di masa mendatang.

Tanggal 27 September 2018 menjadi momen puncak pengadaan sayembara Dukuh Atas Transport Hub.  Rangkaian acara yang terdiri dari pameran, talk show, dan malam penghargaan dilaksanakan di Thamrin Nine, UOB Plaza, salah satu gedung yang juga akan terhubung dengan kawasan Dukuh Atas Transport Hub. Pada sisi foyer ballroom, terlihat karya peserta finalis sayembara ditampilkan melalui media poster dan maket, menunjukkan desain-desain yang mencoba menjawab kebutuhan transport hub di area Dukuh Atas.

Pihak-pihak yang terlibat dalam perencanaan Dukuh Atas Transport Hub turut dihadirkan dalam sesi talk show yang diadakan di hari tersebut, termasuk di antaranya Agung Wicaksono (PT MRT Jakarta), Tiyok Prasetyoadi (PDW Architects), dan Adrianto Santoso (Pusat Studi Urban Design). Sebagai Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Agung Wicaksono memaparkan perkembangan dan strategi dalam menjadikan moda transportasi massal tersebut sebagai tulang punggung sirkulasi kota. Untuk mengintegrasikan MRT dalam tatanan kota, Tiyok Prasetyoadi menjabarkan pentingnya analisis lokasi dan konteks ketika mengembangkan transport hub, dalam hal ini Dukuh Atas. Adrianto Santoso kemudian membahas perlunya keberadaan infrastruktur seperti MRT untuk memperbaiki kualitas kota.

Pada malam penghargaan pemenang Sayembara Dukuh Atas Transport Hub, Prof. Goenawan Tjahjono sebagai perwakilan dewan juri menyebutkan bahwa sayembara tersebut merupakan kesempatan bagi para arsitek baru untuk membuktikan potensi diri. Ketua IAI Jakarta, Steve J. Manahampi juga turut menyambut para finalis dan berharap pembangunan transport hub dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat. Dari enam finalis, pemenang sayembara Dukuh Atas Transport Hub adalah:

“Regreeneration Jakarta” oleh Risa Prominda, Cahya Kurniawan, Steven Widyatmaja, Janitra Satriani, dan Arry Abdulrachman W sebagai peringkat pertama.

“Taman Transit” oleh Muhammad Thamrin, Arif R. Hidayat, Darmawan Winaga, De Gayantina Thamrin, dan Khosyiatillah Hakim sebagai peringkat kedua.

“The Urban Acupuncture” oleh Kurniadi Herawan, David W. Sampurna, Suryanaga Tantora, Achmad N Maulana, dan M. Khoirol Huda sebagai peringkat ketiga.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, turut hadir pada malam tersebut untuk menyerahkan hadiah peringkat pertama. Dalam sambutan yang ia berikan, Gubernur Anies Baswedan berharap kehadiran Dukuh Atas Transport Hub ini dapat menciptakan kebiasaan baru masyarakat Jakarta untuk lebih memanfaatkan transportasi publik kota Jakarta.

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X