Widget Image
 

Mengenal Arsitek serta UU Arsitek

(Konten oleh Ikatan Arsitek Indonesia Jakarta)

Berdasarkan UIA Accord on Recommended International Standards of Professionalism in Architectural Practice and Recommended Guidelines, Arsitek adalah seseorang yang memiliki kualifikasi secara profesional dan akademis dan secara umum terdaftar atau memiliki lisensi/sertifikat untuk melakukan praktik arsitektur di suatu area serta memiliki tanggung jawab untuk mengadvokasi perkembangan yang adil dan berkelanjutan, kesejahteraan dan ekspresi budaya dari suatu habitat masyarakat dalam wujud ruang, bentuk dan konteks sejarah. Lingkup kerja/praktik arsitek meliputi perencanaan, perancangan, pengawasan, dan/atau pengkajian.

Undang-Undang (UU) Arsitek nomer 6 tahun 2017 dibuat sebagai bentuk perlindungan hukum bagi arsitek, pengguna jasa arsitek, hasil karya arsitektur serta masyarakat luas. Secara garis besar, UU ini membahas mengenai arsitek baik lingkup kerjanya, persyaratan, hubungan dengan masyarakat, pembinaan, serta tata cara praktek bagi arsitek yang berasal dari luar Indonesia.

Dalam UU Arsitek disebutkan bahwa Arsitek adalah seseorang yang melakukan Praktik Arsitek dan secara sah memiliki Surat Tanda Registrasi Arsitek/STRA (dulunya disebut sebagai Sertifikat Keahlian (SKA) Arsitek) yang dikeluarkan oleh Dewan Arsitek Indonesia.

Menginduk pada UIA (Union Internationale des Architectes), Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) membuat daftar kompetensi wajib bagi seorang arsitek yang dituangkan dalam 13 butir Kompetensi Arsitek.  Selain harus memiliki ke-13 kompetensi tersebut, untuk dapat memperoleh STRA seorang arsitek diwajibkan untuk lulus dari pendidikan arsitektur dan mengikuti magang selama minimal dua tahun penuh dilanjutkan dengan proses registrasi, sertifikasi dan lisensi. Seorang yang baru menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) Arsitektur hanya bisa disebut Sarjana Arsitektur/Sarjana Teknik Arsitektur. Apabila seseorang mengaku sebagai Arsitek namun tidak dapat menunjukkan sertifikat ataupun lisensinya, maka yang bersangkutan dapat dikenakan sanksi sesuai dengan hukum yang berlaku.

Dengan adanya UU Arsitek ini, diharapkan masyarakat semakin menghargai profesi Arsitek dan memahami lingkup kerjanya. Arsitek Indonesia juga diharapkan akan semakin tumbuh berkembang serta memiliki daya saing tinggi dengan kualitas yang semakin baik. (*)

(Artikel oleh Erlyana Anggita Sari)

Informasi website : www.iai-jakarta.org

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X