Widget Image
 

Mengangkat Potensi Banyuwangi Melalui Pengembangan Infrastruktur

(English text below) Kepala Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Penataan Ruang (PUCKPR) Banyuwangi, Mujiono, turut hadir dalam sesi pertama Konsultasi Teknis Peraturan Perundang-Undangan Penataan Bangunan dan Lingkungan. Dalam acara yang diadakan oleh Satker Penataan Bangunan dan Lingkungan Jawa Timur Direktorat Bina Penataan Bangunan (BPB) Kementerian PUPR tersebut, Mujiono memaparkan bagaimana Dinas PUCKPR mengembangkan infrastruktur untuk mendukung potensi yang ada di Kabupaten Banyuwangi. Melalui pengembangan infrastruktur, Kabupaten Banyuwangi yang semula memiliki citra kota yang buruk dapat berubah dan kini menjadi salah satu kabupaten yang termasuk Kawasan Strategi Pariwisata Nasional.

Menurut Mujiono, infrastruktur menjadi kunci agar potensi daerah dapat dikembangkan. Implementasi pengembangan infrastruktur juga harus tepat dan efektif melalui kolaborasi antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam hal penyusunan anggaran dan pelaksanaannya. Mujiono mengambil contoh pengembangan infrastruktur Kawasan Wisata Ijen yang mereka kerjakan sejak tahun 2010. Dalam penyusunan anggaran, harus dipastikan bahwa setiap aspek dan elemen yang mendukung infrastruktur utama masuk dalam anggaran, bahkan sampai pada hal media promosi. Dinas PUCKPR juga menyusun rekomendasi anggaran yang dijadikan patokan untuk rencana ke depan.

Dengan pengembangan infrastruktur yang tepat dan efektif, kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Ijen pun dapat terakomodasi. Pengembangan ini terbukti berujung pada pertumbuhan jumlah wisatawan ke Ijen dan memicu multiplier effect yang memengaruhi secara positif pembangunan berbagai aspek di Kabupaten Banyuwangi. Berpegang pada konsep ecotourism, Banyuwangi diharapkan dapat berkembang bukan hanya untuk manfaat ekonomi melalui pariwisata, namun juga untuk mengkonsolidasikan budaya, lingkungan hidup, dan masyarakat di Banyuwangi.

Artikel oleh Daniel Jiang

.

The Head of Public Works and Urban Planning Department (PUCKPR) of Banyuwangi, Mujiono, was present in the first session of Technical Consultation of Building and Environment Development Regulations. During the event hosted by The Work Force of Building and Environment Development in East Java under the Directory of Building Development, Ministry of Public Works and Housing, Mujiono explained how his department develops the infrastructure to boost the potential in Banyuwangi Regency. Through infrastructure development, Banyuwangi Regency that was once bearing a bad image could be transformed into one of the National Tourism Strategic Areas.

According to Mujiono, infrastructure is the key for a region to be able to develop its potential. The implementation of infrastructure development should also be proper and effective through the collaboration between central government and the related region’s policy in terms of budget planning and execution. Mujiono took the example of the infrastructure development in Ijen Tourism Area that they have developed since 2010. During the budget planning, it must be ensured that every aspect and element that support the main infrastructure is considered and budgeted, even to the promotional media component. The Department of PUCKPR also arranges a budget recommendation that could become a reference in the future planning.

With proper and effective infrastructure planning, travelers’ need of comfort in Ijen could be accommodated. This development is proved to help the growth of travelers coming to Ijen and could trigger a multiplier effect that positively influences the varieties of development in Banyuwangi Regency. Upholding the concept of ecotourism, Banyuwangi is hoped to be able to develop not only for the sake of economic benefit through tourism, but could also consolidate the culture, environment, and the people in Banyuwangi.

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X