Widget Image
 

LafargeHolcim Awards Winners Discusses the Sustainability Aspect of Educational Facilities

(Bahasa text below) Sustainable development is one of the government programs to support “Sustainable Development Goals” planned by the United Nations. One example of Indonesia government focus on this development is by enhancing the education sector quality. To do this, various programs that are held do not only involve education figures, but also touches the enhancement of supporting facilities in education among the people. As the winners of the fifth cycle of LafargeHolcim Awards in sustainable construction, Daliana Suryawinata from SHAU Architects and Andi Subagio from SASO Architects were present to elaborate their projects in the Media Gathering of LafargeHolcim Awards with the theme “Building Sustainably to Support Education in Indonesia” on September 27, 2018.

Addressing the theme, Professor Gunawan Tjahjono suggested that architect and public building should not be considered exclusive and only accessible to a certain group of people. Educational facilities like school and library, with a strong connection towards the people’s welfare, should be an inclusive object accessible and usable by everybody.

While designing the vocational middle school in Ruteng, NTT, Andi Subagio and his team from SASO Architects didn’t only think about the buildability of the compound but also the effect to the people in the surrounding. Andi Subagio mentioned that a building should have a function that could be utilized by the local people and generates income. Thus, the maintenance cost does not depend on government aid and this becomes the sustainable aspect of the building. To achieve this, Andi Subagio includes additional functions such as a tourism center and a brick-making workshop. The additional functions are hoped to optimize the area potential and enhance the Ruteng people’s welfare.

Looking at the micro-library by SHAU Architects, Daliana Suryawinata elaborated how this building typology is an initiative to bring library as a facility closer to local people on a smaller scale. By bringing library into the middle of the people on an administrative village level, SHAU Architects hoped that informal education activities could be present in every layer of citizen. In reality, many different functions on the built library emerged, which is not regarded as a failure of the design. Instead, these new functions become a medium to publicize the presence of the micro library typology and help to raise the awareness of the needs to maintain the built facilities for it to be usable in years to come.

During the event, Andi Subagio got the opportunity to participate in the Lafarge Holcim Next Generation Award Lab. “This was a great opportunity for us to gain further knowledge about the essence of sustainable development concept. Especially to us, young professionals, that were eager to meet the experts in architecture, this was an exceptional opportunity and LafargeHolcim Awards provided that for us”, Andi explained.

(Article by Yasmin Chairani U.)

.

Pembangunan berkelanjutan merupakan salah satu program pemerintah untuk mendukung “Sustainable Development Goals” hasil rancangan PBB. Salah satu poin yang menjadi perhatian pemerintah Indonesia dalam pembangunan ini adalah peningkatan kualitas sektor pendidikan. Berbagai program yang dilakukan pemerintah tidak hanya melibatkan para pelaku pendidikan secara langsung, namun juga berupa peningkatan fasilitas penunjang pendidikan di sekitar masyarakat. Sebagai pemenang ajang LafargeHolcim Awards putaran ke-5 untuk konstruksi berkelanjutan, Daliana Suryawinata dari SHAU Architects dan Andi Subagio dari SASO Architects hadir untuk memaparkan proyek mereka dalam Media Gathering LafargeHolcim Awards dengan tema “Building Sustainably to Support Education in Indonesia” pada 27 September 2018 lalu.

Menanggapi tema tersebut, Profesor Gunawan Tjahjono menyatakan bahwa arsitek dan bangunan publik seharusnya tidak dianggap eksklusif dan hanya dapat diakses oleh pihak tertentu saja. Fasilitas pendidikan seperti sekolah atau perpustakaan, yang erat pengaruhnya terhadap kesejahteraan dan kehidupan masyarakat, adalah objek inklusif yang harus dapat diakses dan digunakan oleh semua kalangan masyarakat.

Dalam perancangan sekolah menengah kejuruan di Ruteng, NTT, Andi Subagio dan timnya dari SASO Architects tidak hanya berpikir mengenai keterbangunan gedung sekolah ini tapi juga dampaknya pada masyarakat. Andi Subagio mengungkapkan bahwa sebuah bangunan harus dapat digunakan masyarakat untuk memperoleh penghasilan. Dengan begitu, biaya perawatan bangunan tidak harus menunggu bantuan dari pemerintah. dan ini menjadi bentuk keberlanjutan pada bangunan ini. Untuk itu, Andi Subagio menambahkan fungsi lain seperti pusat kegiatan pariwisata dan workshop pembuatan batako. Adanya penambahan fungsi pada fasilitas ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Ruteng.

Terkait micro library oleh SHAU Architects, Daliana Suryawinata memaparkan bahwa tipologi tersebut merupakan inisiatif untuk mendekatkan fasilitas perpustakaan kepada masyarakat dalam skala yang lebih kecil. Dengan membawa perpustakaan di tengah masyarakat dalam tingkat kelurahan, SHAU Architects berharap kegiatan edukasi secara informal dapat tercipta di seluruh lapisan masyarakat. Dalam praktiknya, fungsi-fungsi lain pada perpustakaan yang didirikan memang bermunculan, namun tidak dianggap sebagai sebuah kegagalan atas rancangan yang telah dibuat. Fungsi-fungsi baru ini justru dapat menjadi sarana untuk mempublikasikan keberadaan tipologi micro library dan membantu menumbuhkan kesadaran bahwa gedung tersebut perlu dirawat agar dapat terus digunakan hingga beberapa tahun ke depan. (ycu)

Dalam rangkaian acara ini, Andi Subagio turut serta dalam kegiatan LafargeHolcim Next Generation Award Lab di Meksiko. “Ini merupakan kesempatan yang sangat bagus bagi kami untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut mengenai inti dari konsep pembangunan berkelanjutan. Tentunya bagi para profesional muda yang ingin bertemu dengan para ahli di bidang arsitektur, ini merupakan kesempatan yang sangat besar dan LafargeHolcim Award menyediakannya untuk kami”, kata Andi.

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X