Widget Image
 

Kearifan Lokal Sebagai Kunci Pembangunan Banyuwangi

(English text below) Bupati Kabupaten Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas memberi sambutan sekaligus membuka acara Kampanye Edukasi Penataan Bangunan dan Lingkungan yang diselenggarakan oleh Satuan Kerja Bangunan dan Lingkungan Provinsi Jawa Timur di bawah Direktorat Bina Penataan Bangunan Kementerian PUPR Republik Indonesia. Dalam sambutannya, Bupati Azwar Anas memaparkan berbagai pembangunan yang dilakukan di Kabupaten Banyuwangi pada masa pemerintahannya. Meskipun terbilang pesat, Azwar Anas menjamin bahwa setiap pembangunan tetap memiliki nilai lokal yang memperkuat identitas Kabupaten Banyuwangi.

Salah satu cara untuk mempertahankan kearifan lokal dan identitas daerah, menurut beliau, adalah dengan tegas dan konsisten menerapkan peraturan. Setiap proposal pembangunan oleh investor wajib dipresentasikan kepada bupati sendiri sehingga pengembangan Kabupaten Banyuwangi dapat terkontrol dengan menjunjung lokalitas. Hasil dari kebijakan tersebut dapat terlihat dari kondisi Banyuwangi kini. Apabila diperhatikan, semua bangunan komersial baru yang diizinkan dibangun memiliki unsur lokal, apakah dari sisi detail yang menggunakan ukiran atau langgam lokal, kualitas ruang maupun bentuk yang mengadopsi arsitektur tradisional lokal (suku Osing), atau penggunaan materialnya.

Kebijakan ini sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat setempat. Dengan budaya dan kearifan lokal yang dijunjung tinggi, masyarakat setempat juga memiliki andil dalam pembangunan sebagai pengrajin yang menghasilkan furnitur atau ukiran-ukiran. Bahkan, dengan semakin kentalnya identitas daerah salah satu destinasi wisata ini, masyarakat semakin terdorong untuk menjadi pelaku-pelaku usaha dalam bentuk homestay, café, restoran, dan usaha lainnya. Dengan demikian, kemajuan dan pengembangan Kabupaten Banyuwangi dapat berbanding tegak lurus dengan kesejahteraan hidup masyarakat setempat.

Artikel oleh Daniel Jiang

.

The Regent of Banyuwangi Regency, Abdullah Azwar Anas welcomed and opened the event of Educational Campaign of Building and Environment Development by The Work Force of Building and Environment Development in East Java under the Directory of Building Development, Ministry of Public Works and Housing of the Republic of Indonesia. In his opening remarks, Azwar Anas presented numbers of developments in Banyuwangi Regency during his term of office. Developing quite rapidly, Azwar Anas makes sure that each development has local values imbued that strengthen the identity of Banyuwangi Regency.

One of the methods to maintain local wisdom and culture, according to him, is by being consistently strict to follow the regulations. Every investor’s proposal is obliged to be presented to the regent so that Banyuwangi Regency’s development is controlled with locality in mind. The result of this policy is strikingly visible in Banyuwangi today. Looking at the Regency, every new commercial function has its local elements, at least by using local pattern carving, space quality and form that adopt the local traditional architecture (Osing tribe), or by using locally sourced material.

This policy affects the local people’s lives significantly. With highly regarded local wisdom and culture, local people could also take part in the development as craftsmen to produce furniture and carving works. Moreover, with the strengthening local identity of the region as a travel destination, local people are encouraged to open their own businesses in the form of homestay, café, or restaurant. Consequently, the advancement and development of Banyuwangi Regency could be proportionately compared to the local people’s prosperity.

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X