Kandangan House – ARCHINESIA
Widget Image

Kandangan House

[English text below] Rumah ini terletak di daerah pedesaan di Jawa Tengah. Iklim setempat yang masih rimbun dan asri dimanfaatkan dengan optimal oleh arsitek untuk membuat sebuah bangunan yang begitu kontekstual dengan alam sekitar. Dengan luas tapak yang luas, hanya sekitar 50% area lahan yang kemudian dibangun.

Pemilik rumah yang seorang desainer produk menginginkan bangunan ini dapat menjadi sebuah tempat tinggal yang nyaman sekaligus dapat difungsikan sebagai studio sekaligus workshop desainnya.

Struktur konstruksinya memakai baja ringan yang dibalut warna hijau tua demi menciptakan kesan harmonis dengan alam. Sistem konstruksi baja ringan membuat proses pembangunan rumah menjadi lebih praktis, karena merupakan sistem konstruksi prefabrikasi, elemen bangunan dibuat terlebih dahulu baru kemudian dirakit di lokasi, sehingga menekan biaya pembangunan karena proses pembangunan menjadi lebih cepat dan efisien. Dinding-dinding pembatas ruang dalam rumah juga tidak terbuat dari dinding bata, tetapi dari papan kayu multipleks yang tersedia di pasaran dan siap untuk dipakai.

Bukaan yang besar adalah fokus utama yang ingin ditonjolkan oleh hunian ini. Tengok saja fasad bangunan yang didominasi oleh jendela serta pintu-pintu kaca transparan.

Aksentuasi diterapkan dengan cermat dalam pemilahan bagian fasad yang memakai kaca. Bidang jendela sengaja memakai material kaca nako. Satu bidang dinding menerus dari atas hingga bawah diisi dengan barisan kaca nako yang dapat dibuka-tutup dengan mudah.

Sementara bidang pintu transparan memakai material lembaran kaca berdimensi panjang. Praktis, dari depan rumah ini tampak begitu terbuka. Memang, keterbukaan dan menyatu dengan alam adalah harapan sang pemilik rumah yang juga arsitek ini.

Area lantai satu total dimanfaatkan sebagai area berkumpul. Beberapa kursi tamu serta meja dan kursi makan tampak menghiasi area ini. Lantai duanya merupakan zona area privat dan studio desain.

Dengan luas bangunan 110 m2, total biaya konstruksi yang dikeluarkan adalah 150 juta rupiah. Jumlah yang cukup ekonomis untuk membangun sebuah rumah dengan luas dan bentuk bangunan yang tampil dengan ciri khas yang kuat.

The house is located in the rural area of Central Java. Its architect made optimal use of the lush and beautiful surroundings to create harmony between the house and its surroundings. Of the relatively wide area, only about 50% of it is built for the house.

The owner of this house is a product designer who wished that this house could be his comfortable abode as well as his design studio and workshop.

The structure of this house is a medium framework that uses light steel wrapped in dark green to give a natural impression. The light steel wrapped in dark green to give a natural impression. The light steel structure made the construction of this house more practical; the steel frames are prefabricated and assembled on-site, thus significantly reducing its construction cost since the construction process became quicker and more efficient. The partitioning walls inside this house are made of readymade plywood boards handily available in any construction shop.

With a façade adorned with windows and transparent doors, it is apparent that the main concept of this house is openness. The owner – who is also the architect – of this house meticulously created attractive accentuation on the glass part of the façade. One part of the façade wall consists of a series of jalousie windows that can be opened and closed with ease. While each of the transparent doors uses a single sheet of glass. Seen from the front, the house gives an immense sense of openness.

Adorned only with a couple of chairs and a dinner table, the ground floor is reserved solely for the public area. The above floor is where the private area and the design studio are located. It is on this floor that the owner of the house works in his designs.

The total cost for the construction of this house was 150 million Rupiahs. A quite small number, since the house covered a total area of 110 sqm and it has a strong characteristic.

 

*Ps. This content published in “Small & Budget House – Living in a Modest Space” by Imaji Media Pustaka (2012).


About Project
KANDANGAN HOUSE
Singgih S Kartono
Temanggung, Central Java


About Book
SMALL & BUDGET HOUSE – LIVING IN A MODEST SPACE
By Studio Imelda Akmal Architecture Writer

Managing Editor: Imelda Akmal

Research & Text: Fridia Novi Arimbi, Nadia Primasanti
Editor: Jessy Faiz, Galuh Prasamuarsi Parantri
English Text: Jessy Faiz
Book Design: Menuk Hidayat
Picture Editor: Mohamad Aluwi

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X