Indonesia Architecture Creative Forum 2019: Mujiono – ARCHINESIA
Widget Image
 

Indonesia Architecture Creative Forum 2019: Mujiono

Indonesia Architecture Creative Forum 2019: Mujiono

[Bahasa text below] Banyuwangi is one of the cities in East Java that is economically dominated by agriculture. With 30% of land consisting of rice fields, forests, and mountains, Banyuwangi has the natural potential to be developed into a tourism destination. However then, the challenge facing the Banyuwangi is how to make the image of this region more attractive to visit?

Mujiono, the Regional Secretariat of the Regency Government, is a representative of the Banyuwangi Regent in the Indonesia Architecture Creative Forum 2019. He recounts the journey of Banyuwangi from the viewpoint of the development of creative city tourism. In their journey, they not only explored aspects of infrastructure and bureaucratic reform, but also the culture of dance and culinary to increase awareness of residents and tourists about the cultural wealth owned by Banyuwangi.

In his presentation, Mujiono emphasized that infrastructure and tourism are two of the government’s considerations to achieve the development of creative cities. Tourism not only brings tourists but also is a cultural consolidation that will affect the value of a city, even the country. Cultural consolidation is also supported by infrastructure and economy to advance the development of creative cities. As one of the creative and cultural-rich cities, Banyuwangi currently holds 99 festivals every year and collaborates with approximately 1,500 dancers at each festival.

(Article by Tika Pratiwi)

Banyuwangi merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang secara ekonomi didominasi oleh pertanian. Dengan lahan tanah yang 30%nya terdiri dari sawah, hutan, dan gunung, Banyuwangi memiliki potensi alam untuk dikembangkan menjadi destinasi pariwisata. Namun, kemudian, tantangan yang dihadapi Kota/Kabupaten Banyuwangi adalah bagaimana menjadikan citra daerah ini menjadi lebih menarik untuk dikunjungi?

Mujiono, Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten, merupakan perwakilan dari Bupati Banyuwangi dalam acara Indonesia Architecture Creative Forum 2019. Ia menceritakan perjalanan Kota Banyuwangi dari sudut pandang perkembangan pariwisata kota kreatif. Dalam perjalanannya, mereka tidak hanya menggali aspek infrastruktur dan reformasi birokrasi, tetapi juga budaya tari, serta kuliner untuk meningkatkan kesadaran penduduk lokal dan wisatawan mengenai kekayaan budaya yang dimiliki Banyuwangi.

Dalam paparannya Mujiono menegaskan bahwa infrastruktur dan pariwisata menjadi salah dua pertimbangan pemerintah untuk mencapai pembangunan kota kreatif. Pariwisata bukan hanya mendatangkan wisatawan, melainkan juga merupakan konsolidasi budaya yang akan memengaruhi nilai suatu kota, bahkan negara. Konsolidasi budaya tersebut kemudian didukung juga oleh infrastruktur dan ekonomi untuk memajukan pembangunan kota kreatif. Sebagai salah satu kota kreatif dan kaya akan budaya, saat ini Banyuwangi mengadakan 99 festival setiap tahunnya dan berkolaborasi dengan kurang lebih 1.500 penari di setiap festivalnya.

Written by

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
background color : #CCCC
X